Nagari

Panyakalan

Kec. Kubung, Kab. Solok, Prov. Sumatera Barat

Loading

SekilasInfo
Selamat datang di Website Resmi Nagari Panyakalan, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat

Berita / Artikel

Sejarah Nagari Panyakalan

SEJARAH PERKEMBANGAN NAGARI

ASAL USUL DAN NAMA NAGARI

Nagari Panyakalan merupakan salah satu Nagari yang ada di Kecamatan Kubung Kabupaten Solok dengan ± 15,63 Km2 dengan topografi datar sedikit berbukit. Jarak dengan Ibukota Kecamatan ± 8 Km dan Jarak dengan Ibukota Kabupaten Solok ± 28 Km dan jarak dengan Ibukota Provinsi Sumatera Barat 60 Km, dan mempunyai 4 Jorong sebagai berikut :

  1. Jorong Hilie Banda
  2. Jorong Pakan Sabtu
  3. Jorong Mudiek Aie
  4. Jorong Halaban

Dengan batas-batas Nagari sebagai berikut :

  • Sebelah utara berbatas dengan Nagari Gaung
  • Sebelah selatan berbatas dengan Bukit Tandang dan Muaro Paneh
  • Sebelah barat berbatas dengan Nagari Koto Baru
  • Sebelah timur berbatas dengan Nagari Taruang-Taruang

Secara umum Nagari Panyakalan beriklim sedang dan keadaan alamnya terdiri dari dataran rendah dengan tingkat kesuburan tanah sedang dipergunakan untuk areal pertanian berupa sawah dan ladang.

Berkenaan dengan asal usul dan nama nagari akan dijelaskan dan diterangkan secara jelas bagaimana asal usul Minangkabau, sejarah Kubuang Tigo Baleh, luhak dan kelarasan. Dan dijelaskan dalam ruang lingkup yang terkecil yaitu Nagari Panyakalan.

Sesuai ejaan dalam surat-surat dan tulisan serta plakat lama, tulisan Panyakalan adalah PANJAKALAN.

Versi I     : PANJANG AKALAN.

Asal mula kata Panyakalan mulai disebutkan atau dihimbaukan dan dituliskan dalam sejarah Kubuang Tigo Baleh sekitar Tahun 1855. Setelah Inggris meninggalkan Padang 1819 beberapa tahun kemudian, Penghulu pelarian menyerahkan Minangkabau pada Belanda yang bersedia membantu mereka memerangi Paderi (Navis 1984:32/37). Pada tahun 1932 seluruh Minangkabau telah ditaklukkan Belanda, namun Kubuang Tigo Baleh belum dikuasai, Belanda baru menguasai Kubung Tigo Baleh atau seluruh Minangkabau Tahun 1838.

Penjajahan Belanda di Darek Minangkabau sebenarnya berawal dari setelah kekalahan Paderi tepatnya setelah Benteng Bonjol jatuh ketangan Belanda 16 Agustus 1837 sejak itu janji muluk yang dimuat dalam plakat Panjang dilanggar oleh Belanda.

Pada kejadian itu Belanda tidak tahu tentang letaknya dan keberadaan Panyakalan karena kedatangannya selalu bersama dengan masyarakat Koto Anau, Cupak, Talang dan kadang-kadang datangnya dari Sambilan Koto dan Saok Laweh, Gauang dan sebagiannya bergabung dengan Selayo.

Susah dicari keberadaannya masyarakat (karena orang Panyakalan pada masa itu memakai bahasa/ simbol isyarat, tentang keberadaan dan kedatangan penjajah. Dan simbol-simbol alam seperti asap unggun, kain terjemur, mengirim senjata dengan hasil yang dituai dalam bakul (katidiang) atau kayu balantak sunsang (terbalik).

Sehingga pada masa itu tidak banyak dapat serangan karena susah dicari dan tidak seberapa yang terbunuh dan tidak ada dirumah yang terbakar. Karena letaknya waktu itu Panyakalan dikaki hutan, dan jalan tidak diadakan. Maka disebut Panjang akalan (Panjang Aka)

Versi II : Panyangkalan

Asal kata Sangkal (suka menyangkal, suka membantah, suka mencemeeh dan mengkritik). Dalam perundingan dan musyawarah sebenarnya dia tidak ada yang tahu dan paham akar persoalan dimaksud, dengan menyangkal dan membantah akhirnya tahu juga pokok persoalannya. Kadang-kadang dia bisa menjadi pemegang kendali dari persoalan hingga keputusan.

Versi III : Panyaka Tampek Nan Kalam (Penyamun/Perampok)

Versi IV : Painyokalam (Perginya Malam/Gelap)

Versi V : Panjang Kalan (Panjang Kalam)

Versi VI : Padang Kalam (Pandangan Kalam/ Gelap)

Versi VII : Pandangkalan (Jadi Dangkal)

Versi VIII : Pangkalan

Sesuai makalah/ tuisan dari Ali Dinar Nurdin Dt Rajo Nan Kayo, menerangkan bahwa kata Panyakalan berasal dari Pangkalan. Karena pada jaman penjajahan dahulu bahwa daerah Hamparan dari Bukit Tangan terus ke Pakan Sabtu terus ke Halaban adalah Dataran dan direncanakan alam dijadikan lapangan kapal terbang sebagai basis dan pangkalan militer jaman penjajahan. Rencana itu tidak jadi terlaksana tetapi daerah tersebut dianggap sebagai pangkalan yang akhirnya berubah menjadi Panyakalan.

 

(sumber : Monografi Nagari Panyakalan, Kec. Kubung Kab. Solok)

 

Beri Komentar

Komentar Facebook

Nagari Panyakalan

Kec. Kubung, Kab. Solok

Segera hubungi Aparatur Nagari untuk mendapatkan PIN anda...

statistik

Penduduk

Jumlah Penduduk Nagari Panyakalan

0

Orang (Jiwa)

0 LAKI-LAKI

0 PEREMPUAN

Statistik Data Pemilih Buka Data Statistik Data Agama Buka Data Statistik Data Usia/Umur Buka Data Statistik Data Pekerjaan Buka Data Statistik Data Wilayah Buka Data Statistik Data Pendidikan Buka Data Statistik Data Perkawinan Buka Data

Galeri Foto

Galeri

Foto

Lihat Semua Album

Karnaval Hari Kemerdekaan ...

Karnaval Hari Kemerdekaan

Panorama Wisata ...

Panorama Wisata

Pengunjung

Hari Ini : 19

Kemaren : 16

Total : 37.232

IP Address Anda : 18.97.9.169
OS Yang Anda Gunakan : Unknown Platform
Browser Yang Anda Gunakan : Tidak ditemukan

Komentar

Mohon maaf, untuk sementara belum ada komentar yang dapat ditampilkan...

Media Sosial

MEDIA SOSIAL
Nagari Panyakalan, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok - Sumatera Barat

Statistik Pengunjung

Hari ini:19
Kemarin:16
Total Pengunjung:37.232
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:18.97.9.169
Browser:Tidak ditemukan
Harap
Tunggu

Nagari Panyakalan

Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat

Kode Desa : 1302102003

panyakalan-slk.desa.id

Untuk Aktivasi Tema Pusako
Silahkan Hubungi OpenDesa